Tindik Lidah? Sebaiknya Ketahui Dulu Resikonya Terhadap Kesehatanmu Ya!

Mungkin sudah tidak jarang lagi kita menemui orang yang akan melakukan tindik di bagian lidah pada zaman sekarang ini, kenapa orang tersebut melakukan hal ini? tentu saja hal utama adalah penampilan atau mungkin alasan tersendiri karena memang sejauh ini tindik lidah belum dianggap terlalu normal juga karena biasa umumnya tindik hanya di telinga saja.

Selain tindik di bagian lidah juga ada yang gemar untuk melakukan tindik di beberapa daerah tubuh lainnya dan tidak banyak yang berani melakukannya juga seperti bagian hidung atau pusar perutnya, jika itu memang hobimu maka tidak ada juga larangan untuk tidak melakukannya tetapi ada resiko berbahaya loh yang wajib kamu tahu bila ingin tindik di beberapa tempat tidak terlalu wajar tersebut, berikut ini ulasannya!

1. Bahaya tindik lidah karena disana terdapat pembuluh besar serta arteri penting

Hal yang kamu patut pikirkan terlebih dahulu sebelum melubangi lidahmu sendiri adalah resiko pembuluh darah serta arteri penting lainnya terancam mengalami luka, dan berbeda dengan telinga yang cukup sedikit memiliki hal tersebut sehingga lebih aman bila ditindik. Akibatnya disini bila bagian pembuluh darah dengan arteri pada lidah tersebut terluka adalah mengalami difungsi saraf di lidah.

2. Mulut atau lidah kehilangan rasa dan tidak berfungsi dengan baik

Tindik di bagian lidah dapat mengancam kinerja lidah selama ini dimana pergerakan, cara menelan, merasakan makanan serta minuman bisa saja mati rasa bila ada bagian dari lidah yang rusak atau salah ketika tindik. Tidak jarang bagi orang yang sudah melakukan tindik lidah harus merubah cara mereka berbicara karena pergerakan lidah menjadi terbatas.

3. Logam dari benda yang dipasang setelah tindik bisa merusak gigi

Tentu saja kita akan menaruh aksesoris setelah tindik dan biasanya itu terbuat dari material logam, dan disinilah bahaya akan mengancam kesehatan gigi karena tekanan benda keras tersebut ketika sedang mengunyah makanan sehingga kekuatan gigi akan terkikis seiring waktu menjadi aus atau pecah secara perlahan.